
Website Anda lelet, gampang nge-down, atau gagal memuat halaman web? Bisa jadi, biang keroknya adalah software transfer data yang kurang memadai. Alias, web server Anda.
Lho, kok bisa?
Bagaimana tidak? Boleh dibilang, web server itu jantungnya website. Tanpa server yang kuat, kemungkinan besar situs Anda akan lemot, gampang down, bahkan mudah diserang hacker. Nah loh, fatal kan efeknya?
Tapi tenang saja, kami akan membantu Anda mengatasi masalah-masalah menyebalkan di atas. Langkah awalnya yaitu dengan memahami pengertian web server sampai jenis-jenisnya.
Dengan mempelajari web server, Anda bisa mengetahui hosting mana yang paling tepat untuk kebutuhan website Anda. Baik untuk toko online, organisasi, portal berita, dan sebagainya.
Apa Itu Web Server?
Web server adalah perangkat untuk memproses permintaan data, atau informasi yang pengguna masukkan lewat web browser.
Misalnya, Anda ingin mengunjungi website KumpehHost. Setelah mengetikkan alamat https://www.kumpehhost.com/ lewat Google Chrome, web server akan mengirimkan halaman website yang Anda minta. Namun, jika terjadi masalah sehingga web server tidak menemukan halaman yang Anda minta, maka browser akan menampilkan halaman error.
Cara Kerja Web Server
Kira-kira, begini cara kerja web server:
- Konsumen memasukkan permintaan tertentu lewat web browser. Entah pergi ke sebuah website, mengirim email, mencari konten pada suatu blog, dsb;
- Browser meminta data yang dibutuhkan melalui HTTP/HTTPS. HTTP/HTTPS adalah protokol untuk membantu proses pemindahan informasi seperti teks, gambar, video, dan komponen lainnya;
- Web server mencari apa yang browser minta di dalam hosting. Hosting adalah tempat untuk menyimpan file-file yang dibutuhkan website;
- Setelah datanya ketemu, web server mengirimkan seluruh data ini lewat HTTP/HTTPS. Namun jika tidak, web server akan mengirimkan halaman error;
- Browser menampilkan informasi kepada konsumen. Baik menampilkan halaman website, rekomendasi konten, dll.
Fungsi Web Server
Fungsi web server cukup penting bagi website, yaitu:
1. Mengirimkan Data yang User Butuhkan
Yang pertama, web server mengirimkan data yang pengguna butuhkan. Data tersebut berupa komponen yang membentuk halaman website. Mulai dari script, teks, gambar, audio, dsb.
Tentunya, web server tidak sendirian dalam mengurus pengiriman data. Ada HTTP/HTTPS, protokol komunikasi internet yang membantu proses pemindahan sehingga lalu lintas data lebih lancar.
2. Menjaga Keamanan Sistem
Seperti yang Anda tahu, web server mengandalkan HTTP/HTTPS untuk mengirimkan data ke browser.
Boleh dibilang, HTTP/HTTPS ini adalah kurir pembawa informasi yang hanya melayani lalu lintas antara website Anda dengan web server. Artinya, proses transfer data bersifat privat alias tidak bisa diakses begitu saja oleh publik.
Meski begitu, HTTPS jauh lebih aman daripada HTTP. Sebab, lalu lintas data lebih tertutup dan sudah dienkripsi (mengubah informasi menjadi kode rahasia). Sehingga, hacker yang ingin mencuri data tidak bisa mengambil dan membaca data begitu saja.
3. Membersihkan Cache Website
Anda pernah menjumpai halaman website yang loading-nya super lama?
Nyatanya, web server cukup mempengaruhi kecepatan website dalam memuat halaman web, lho. Sebab, web server yang bagus pasti punya sistem caching yang canggih.
Sistem caching adalah metode untuk menyimpan data sementara pada sistem. Dengan cache, permintaan yang masuk berikutnya lebih efektif karena browser tinggal mengambil data yang tersimpan secara lokal.
Sayangnya, terlalu banyak caching bisa jadi memperlambat kinerja website. Alasannya, jalan pintas yang kebanyakan malah menyedot ruang penyimpanan.
Nah, di sinilah peran web server untuk memilah cache mana yang sudah tidak terpakai dan bisa dihapus.