
DNS Record adalah instruksi yang memberi tahu sistem DNS bagaimana memperlakukan permintaan ke domain Anda. Memahami jenis-jenis record ini sangat penting saat menyiapkan website, email, atau layanan pihak ketiga.
1. A Record (Address)
Mengarahkan domain ke alamat IPv4 server.
kumpehhost.com. A 103.123.45.67
Jika website Anda di-host di server tertentu, A record adalah yang utama dikonfigurasi.
2. AAAA Record
Sama seperti A record, tapi untuk alamat IPv6.
kumpehhost.com. AAAA 2001:db8::1
3. CNAME Record (Canonical Name)
Mengarahkan satu domain ke domain lain. Berguna untuk subdomain.
www.kumpehhost.com. CNAME kumpehhost.com.
Catatan: CNAME tidak bisa digunakan pada root domain (apex).
4. MX Record (Mail Exchange)
Menentukan server mana yang menerima email untuk domain Anda.
kumpehhost.com. MX 10 mail.kumpehhost.com.
Angka 10 adalah priority — semakin kecil semakin prioritas.
5. TXT Record
Berisi teks bebas. Banyak digunakan untuk verifikasi kepemilikan domain dan konfigurasi email keamanan:
- SPF — daftar server yang boleh kirim email atas nama domain
- DKIM — tanda tangan digital email
- DMARC — kebijakan terhadap email yang gagal SPF/DKIM
6. NS Record (Nameserver)
Menentukan nameserver mana yang berwenang mengelola DNS untuk domain Anda.
7. SRV Record
Digunakan untuk service tertentu seperti SIP, XMPP, atau Microsoft 365.
8. PTR Record (Reverse DNS)
Kebalikan dari A record — mengubah IP menjadi domain. Penting untuk reputasi pengiriman email.
Berapa Lama Perubahan DNS Berlaku?
Disebut propagasi — biasanya 5 menit hingga 24 jam, tergantung TTL (Time To Live) record dan cache DNS.
Kesimpulan
Pemahaman dasar DNS record akan menyelamatkan Anda dari banyak masalah di kemudian hari. Saat email tidak masuk, website tidak bisa diakses, atau verifikasi pihak ketiga gagal — biasanya akar masalahnya ada di DNS.